Rabu, 16 Maret 2016

Langkah-langkah membuat Routing RIP :
  1. Buka aplikasi Cisco Paket Tracer
  2. Susunlah Router, Switch, dan PC seperti gambar di bawah. Untuk Router, gunakan Router Generic.
  3. Kemudian, hubungkan PC ke Switch, Switch ke Router, dan Router ke Router. Untuk mempermudah, kita gunakan Automatically Choose Connection Type.

  4. Selanjutnya, Kita tentukan IP pada masing-masing PC:


    IP PC0 >> 10.10.10.2   Gateway >> 10.10.10.1
    IP PC1 >> 10.10.10.3   Gateway >> 10.10.10.1
    IP PC2 >> 10.10.10.4   Gateway >> 10.10.10.1
    IP PC3 >> 10.10.10.5   Gateway >> 10.10.10.1

    IP PC4 >> 11.10.10.2   Gateway >> 11.10.10.1
    IP PC5 >> 11.10.10.3   Gateway >> 11.10.10.1
    IP PC6 >> 11.10.10.4   Gateway >> 11.10.10.1
    IP PC7 >> 11.10.10.5   Gateway >> 11.10.10.1

    IP PC8   >> 12.10.10.2   Gateway >> 12.10.10.1
    IP PC9   >> 12.10.10.3   Gateway >> 12.10.10.1
    IP PC10 >> 12.10.10.4   Gateway >> 12.10.10.1
    IP PC11 >> 12.10.10.5   Gateway >> 12.10.10.1
  5. Setelah menentukan IP, kita konfigurasi Router. Ada 3 Router yang akan di konfiurasi, kita beri nama :
    a. Router Palembang
    b. Router Lampung
    c. Router Bengkulu
  6. Sekarang, Klik Router Palembang. akan muncul tampilan seperti ini



    Console Router Palembang :

    >en
    #conf t
    #int fa 0/0 (Port yang menuju ke Router Palembang)
    #ip add 10.10.10.1    255.0.0.0 (Gateway Palembang)
    #no sh (mengaktifkan Port)
    #ex
    #int se 2/0 (Port menuju ke Router Lampung)
    #ip add 192.168.10.10   255.255.255.0
    #clock rate 64000
    #band 64 (Band Wide)
    #no sh
    #ex
    #router rip
    #net 10.10.10.1
    #net 192.168.10.10
    #ex
    #^z (ctrl+z)

    Console Router Lampung :
    >en
    #conf t
    #int fa 0/0 (Port yang menuju ke switch Lampung)
    #ip add 11.10.10.1   255.255.255.0 (Gateway Lampung)
    #no sh (Mengaktifkan Port)
    #ex
    #int se 2/0 (Port menuju ke Router Palembang)
    #ip add 192.168.10.12   255.255.255.0
    #clock rate 64000
    #band 64 (Band Wide)
    #no sh
    #ex
    #int se 3/0 (Port menuju ke Router Bengkulu)
    #ip add 200.168.10.10 255.255.255.0
    #clock rate 64000
    #band 64
    #no sh
    #ex
    #router rip
    #net 11.10.10.1
    #net 192.168.10.12
    #net 200.168.10.10
    #ex
    #^z (ctrl+z)

    Console Router Medan :
    >en
    #conf t
    #int fa 0/0 (Port yang menuju ke switch Palembang)
    #ip add 12.10.10.1   255.0.0.0 (Gateway Medan)
    #no sh (Mengaktifkan Port)
    #ex
    #int se 2/0 (port menuju ke Router Lampung)
    #ip add 200.168.10.12   255.255.255.0
    #clock rate 64000
    #band 64 (band wide)
    #no sh
    #ex
    #router rip
    #net 12.10.10.1
    #net 200.168.10.12
    #ex
    #^2 (ctrl+z)

    Jika sudah di konfigurasi, maka semua port yang kita hubungkan akan menyala berwarna hijau seperti gambar.


    Untuk Memastikan Connection mulai dari Palembang ke Lampung, kita Ping seperti gambar di bawah.
    Jika hasil ping seperti di atas, itu menunjukkan Routing sukses.

Kamis, 03 Maret 2016

Pengkabelan Pada Jaringan Komputer 


Nah untuk anda yang sedang bergelut di bidang IT, khususnya bidang Teknik Komputer & Jaringan pastinya anda tahu tentang Pengkabelan. Nah untuk itu kali ini saya akan meng-post tentang Pengkabelan. Disimak ya.

Yang anda butuhkan adalah :

Tank Crimping

Tank Crimping adalah alat untuk memotong kabel UTP dan untuk menjepit ujung konektor,dan ini sangat penting sekali bagi kita yang ingin belajar cara mengcrimping kabel,alat ini bentuknya hampir sama dengan Tank biasa yang sering kita lihat atau temui.

Kabel UTP


Kabel UTP kita gunakan untuk saling menghubungkan jaringan internet dan di dalam kabel UTP ini terdapat 8 helai kabel kecil yang berwarna-warni. 

Konektor RJ-45


Konektor adalah alat yang kita pasang pada ujung kabel UTP tujuanya agar kabel dapat kita pasang pada port LAN. Konektor RJ-45 harus dipasangkan pada ujung kabel UTP apabila tidak maka Kabel UTP tidak akan berguna.

LAN Tester


LAN Tester adalah alat untuk menguji hasil crimpingan kabel kita, kalau krimpingan kita salah maka lampu di Cable Tester ini tidak akan menyala dan kalau hasil crimpingan kita sudah benar maka lampu di Cable Tester akan menyala dengan otomatis,jadi alat ini sangat berguna bagi kita untuk mengetahui hasil crimpingan kita.

Perbedaan kabel Straight dan Cross

Kabel Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya. Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai  standar TIA/EIA 368A sebagai berikut:

Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :

• Menghubungkan antara Komputer dengan Switch
• Menghubungkan Komputer dengan LAN pada Modem Cable/DSL
• Menghubungkan Router dengan LAN pada Modem Cable/DSL
• Menghubungkan Switch ke Router
• Menghubungkan Hub ke Router

Kabel Crossover merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Kabel cross digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalah susunan standar kabel cross.

Contoh penggunaan kabel crossover adalah sebagai berikut :

• Menghubungkan 2 buah Komputer secara langsung
• Menghubungkan 2 buah Switch
• Menghubungkan 2 buah Hub
• Menghubungkan Switch dengan Hub
• Menghubungkan Komputer dengan Router

Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat Kabel Straight UTP

1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm.

2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar gambar.

3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,

4. Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar dengan posisi sebagai berikut:
Orange Putih pada Pin 1.
Orange pada Pin 2.
Hijau Putih pada  Pin 3.
Biru pada  Pin 4.
Biru Putih pada  Pin 5.
Hijau pada  Pin 6.
Coklat Putih pada  Pin 7.
Coklat pada  Pin 8.

5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel. biasanya akan terdengar suara "krik".

Setelah selesai pada ujung yang satu, lakukan lagi pada ujung yang lain

Langkah terakhir adalah mengecek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.



Membuat Kabel Cross UTP

Membuat kabel cross memiliki langkah yang hampir sama dengan kabel straight, perbedaan hanya terletak pada urutan warna dari kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel straight yang memiliki urutan warna sama di kedua ujung kabel, kabel cross memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua ujung kabel.


Ujung Pertama sama dengan kabel straight :

• Orange Putih pada  Pin 1.
• Orange pada  Pin 2.
• Hijau Putih pada  Pin 3.
• Biru pada  Pin 4.
• Biru Putih pada  Pin 5.
• Hijau pada  Pin 6.
• Coklat Putih pada  Pin 7.
• Coklat pada  Pin 8.


Untuk ujung kabel yang Kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

• Hijau Putih pada  Pin 1.
• Hijau pada  Pin 2.
• Orange Putih pada  Pin 3.
• Biru pada  Pin 4.
• Biru Putih pada  Pin 5.
• Orange pada  Pin 6.
• Coklat Putih pada  Pin 7.
• Coklat pada  Pin 8.

Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor.